Sunday, 18 November 2012

Hari ini hari minggu.

Alarm bunyi kaya biasanya di jam 04.30, langsung kumpulin nyawa buat solat subuh. Abis subuhan saya ga pengen tidur lagi padahal cuma tidur 4 jam, tapi berhubung ini hari minggu kayanya enak nih jalan-jalan. Aktifitas pagi abis subuh ya kaya biasa, buka jendela, hirup sedikit buat ngilangin kangen (yaa begitulah saya), rebahan lagi dikasur tercinta, liatin sebuag gambar yang saya pajang di tembok (gambar yang dibikin seseorang), liatin langit-langit kamer, kedap kedip kedap kedip sambil tiduran. Ah bosen..

Liat ke jendela, warna lembayung pagi ini keren abissss.. Orange, biru, sejuk.. Ah susah buat dideskripsi'in. Indah. Iseng pegang hp dan akhirnya masuk ke facebook dan twitter, mata saya tertuju ke jam di ujung kanan layar hp,05.10.. Kayanya mubazir nih pagi se sejuk ini di anggurin gini ajah, akhirnya bangkitlah saya dari pelukan mesra si kasur yang posesif.

Langsung cabut ke kamer ade perempuan saya yang lagi sibuk maen hp, langsung aja saya ajak jalan keluar (naek motor si sebenernya), dan kebetulan si mamah minta kita berdua buat belanja makanan dipasar, ga mikir lama saya langsung meng'iya'kan.
Rasanya ga pantes ke pasar pake piama, langsung aja saya ganti celana olahraga jaman SMP, cardigan coklat muda kesayangan, dan krudung yang gantung di tempat baju, bodo amat dah ga matching juga. Setelah breafing tentang bahan makanan yang mau dibeli kita langsung caw ke pasar naek motor yang udah di panasin sama kaka saya (dgn sedikit adegan saya nyaris jatuh dgn anggun nimpa tembok karena keberatan pas nurunin motor dari standar dua, kebanting badan ini). Ok kita cusss ke pasar.
Saya ambil rute jalan yang agak jauh dari rumah ke pasar karena menurut saya sayang banget udara pagi ini kalo ga di nikmatin, saya milih lewat jalan dengan view sawah di kanan kirinya dan kebetulan jalan ini adalah jalan yang biasa saya lewatin kalo mau ke skolah (dulu).

Ada perasaan lain, suasana mendadak berubah, saya mulai menghayal pake seragam putih abu-abu, di boncengin sama tebengan spesial dengan suara motor yang romantis itu (otok otok otok), saya ngayal di punggung saya ada beban, saya kaya lagi gendong ransel yang biasa saya bawa ke sekolah isinya buku-buku pelaran dengan tugas-tugas dari guru tercinta, mata ini ga lepas dari view sawah di kanan kiri jalan. Indah, sejuk. Rindu. Ga banyak berubah dari jalan ini, masih sama cuma ada satu rumah baru di sisi jalan,rasanya udah lama bgt ga lewat sini sampe-sampe saya ga tau ada bangunan baru, jalan ini masih dan akan selalu nyimpen banyak kenangan, berangkat sekolah, pulang sekolah, pulang ekskul, saya sengaja memperlambat jalan motor saya karena pengen agak lama di jalan itu, seperti biasanya kalo saya ngerasa kangen saya tarik nafas dan buang nafas pelanpelan. Tapi entah kenapa yang keluar dari pikiran saya saat itu knangan nyakitin sama seseorang, saya pernah nangis lwat jln itu pas pulang skolah krn sebelumnya diskolah saya dibilang "f*ck" sama seseorang (ex) dan itu nyakitin BANGET.

ah kenangan macam apa ini, ga penting buat dibahas. saya juga inget kenangan dimana saya pasti nyari gunung di jalan ini. Karena daerah rumah saya tinggal dan daerah sekolah saya ga terlalu jauh dari daerah pegunungan yaa kira-kira 70km deh jaraknya (perkiraan asal), soo saya yang cinta bgt sama gunung ini cuma bisa mandeng kagum gunung dari kejauhan dan itu pun kalo keliatan, dan setiap pagi mau kesiangan atau ngga, mau buru-buru atau ngga, dan mau gimana pun keadaannya yang saya cari setiap pagi yaa gunung itu, gunung tampomas - sumedang, yang kalo lagi keliatan jelas bgt penampakannya saya ga akan berenti mandengin, dan kawan-kawan yang berangkat bareng saya pun tau sama ritual pagi saya itu. Gunung. Kangen. Biasanya setiap pagi dgn seragam dgn ransel dan dgn switer mulut saya ga brenti ngucap kagum buat ciptaanNya itu, tapi sejak hari kelulusan SMA saya kaya udah kehilangan semuanya. Beda, dan berbeda sama sekali. Hilang, dan kehilangan.

Saya mulai sadar dari lamunan pagi ini dan segala suasananya, saya udah ada di ujung gang, jalan raya, ok stop dulu ngayalnya, nikmatin udara pagi didesa ini ga pake galau-galau, dengan sedikit senyum manis diam diam saya mengatakan "selamat pagi haurgeulis, selamat pagi kenangan-kenangan masa lalu, selamat pagi kawan-kawan disana". Besar harapan saya buat bisa jalan-jalan pagi bareng kawan2, sekedar nostalgia atau ledek2an dijalan pun itu pasti ngobatin rasa kangen ini. Apa kabar kalian?

Sunday, 4 November 2012

Memperbincangkan sebuah nama dalam sepertiga malam.


Dalam sunyinya malam, bersama suara detik jam, didalam keharuan, dengan harapan besar, bersimpuh dalam kerendahan. Sepertiga malam.. Sepi, haru dalam hati, butiran air bening mulai membasahi, terisak dalam diam, meminta pada sang Maha Kasih, berdialog bersama sebuah rasa, memperbincangkan sebuah nama. Kamu.

Kamu..
 objek utama dalam sebuah do’a,
rasa yang mengiringi setiap ucap,
sebuah kata indah dalam harap.

Kamu..
hayal dalam diamku,
alasan atas beraniku,
salah satu alasan untuk senyum terindahku.

Kamu..
yang mungkin tau,
yang mungkin tertunduk malu,
 atau akan acuh berlalu.

Kamu..
pusat dari sebuah rasa,
awal dari bahagia,
momen indah sebuah suasana.

Ya, kamu..
Kamu salah satu tema dalam perbincangan sepertiga malam ku.
Sebuah nama yang ku ucap haru.
Sebuah rasa yang ku harap indah pada ujung waktu.
Sebuah sosok nyata yang tersimpan manis di angan selalu.

Kamu adalah apa yang aku cari,
siapa yang aku nanti,
dimana aku bermimpi,
mengapa aku tersenyum,
dan bagaimana aku bahagia.

Dalam sepertiga malam Nya ini,
tangan ini menengadah,
hati ini berharap,
mata ini berbicara ketulusan.

Doa, air mata, sebuah nama, hidup yang lebih baik.
Diam ku, memendam..
Rasa ku, tersimpan..
Dan kamu, sebuah nama yang indah terucap.
Maaf atas ketidak pantasan ini.

Dalam isak ku mulutku berucap "semoga nama mu yang tertulis dalam lauhul mahfudz ku."
Semoga Allah meridhoi.


Saturday, 3 November 2012

Hujan deras (Hati baru yang menguatkan)



Bangun dari lelap, pukul setengah 5 pagi. Ada suara tak asing bagiku, keras, gemuruh, banyak, dan hawa yang selalu aku hindari. Ah bulan apa ini? November awal..
Ini tak asing, yaa.. Hujan.. Deras. Kemana saja kau? Muncul tiba-tiba dipagi yang masih muda seperti ini. Apa kabar?

Deras, banyak, dan.. Petir.
Ada perasaan aneh didalam sini, hati. Apa ini? Mungkin dingin, mungkin kaget, mungkin senang, mungkin haru.. Bukan, apa ini rindu?
Beberapa potongan kenangan menyeruak keluar tak beraturan, potongan kenangan yang salah dalam sebuah coretan, potongan ingatan pada kanvas yang sudah ku rusak dan buang jauh entah kemana, rindu kah?

Hujan ini mengingatkan bahwa aku pernah membahagiakan sebuah hati dan membuat sebuah hati hawatir akan keadaan ku saat hujan, yaa.. Badan ku terlalu lemah jika terkena terpaan dingin karena ada suatu kendala pada tubuhku yang membuat tubuh ini selalu tumbang saat di terpa dingin yang berlebihan, potongan kenangan masa lalu yang sudah tak ada arti untuk ku. Tapi, kenapa ini? Biasanya aku senang saat hujan datang berarti aku akan bertemu dengan wangi tanah basah, tapi kenapa saat ini aku bahkan malas mendengar hujan, mendengar tetes air yang jatuh didedaunan. Aku tersadar, suasana ini mengingatkan ku pada keadaan yang sudah ku format habis tak bersisa, dan itu yang membuatku malas.

iya! Aku ingat! Aku masih ingat! Tapi tidak pernah ada niat untuk mengingat-ingat.

Cukup cukup! Ini hanya hujan, ini hanya suasana yang biasa aku jumpai, ini bukan hal baru, aku pernah akrab sebelumnya, tapi kenapa semua terasa asing? Kenapa keadaan ini membuatku jengah? Kenapa aku ini? Karena sebuah hati baru kah? Ah bukan, aku tidak pernah miliki kenangan dengan hati yang baru bersama hujan, dan ternyata ini benar, aku mengingat potongan-potongan kenangan masa lalu, masa yang ku benci. Ah malas rasanya.

Di saat ini lah rindu pada hati baru ku yang menguatkan, rindu pada hati baru ku yang membuat semua potongan yang keluar tak beraturan menjadi hanya sebuah butiran kecil tak bernyawa. Hati baru menguatkan ku.

Aku benci dengan potongan kenangan masa lalu, aku benci karena potongan itu membuatku asing pada hal yang membuatku nyaman, aku benci karena potongan ingatan masa lalu membuatku membenci suasana yang aku nanti, dan aku benci potongan kenangan masa lalu, aku benci hati yang telah busuk itu!
Aku menyesal pernah membuat coretan yang salah. Cukup ya Rabb, sudah cukup. Aku ingat, tapi tak ingin mengingat-ingat. Jangan buat aku membenci sesuatu yang sudah lama aku tunggu ya Rabb, jangan.

Rasaku hanya satu untuk Mu, dan rinduku untuk kekasih Mu.

Hujan mulai reda, butiran air dari langit mulai berkurang jumlahnya, suara gemuruh deras sudah merendah dari ketinggiannya. Hujan mulai reda. Aku bertemu dengan wangi tanah basah.

Aku sudah terbiasa.
 



Thursday, 1 November 2012

Rindu ini punya kalian.



Kangen.. “sama ko, kangen banget, tapi mau gimana lagi..”. itu kalimat yang pasti temen-temen saya jawab kalo saya ungkapin rasa kangen saya ini. setelah lulus SMA semua udah ga sama lagi, semua keadaan ga akan pernah sama lagi. Mereka , disana .. di sebuah kota besar, di sudut bumi bagian “sibuk sesibuk sibuknya”, di sebuah tempat yang ga terfikir sebelumnya, di sebuah titik dimana ga ada waktu buat mikirin “kampung halaman” sedikitpun (mungkin), di kehidupan mereka yang baru, di hidup mereka yang jauh dari masa lalu. Mereka.. kawan lama, kawan satu usia, kawan yang memberi berbagai warna dalam kanvas hidup saya, kawan yang lebih dari sekedar kawan.

kita, sekelompok anak yang bisa di bilang konyol, kita bahagia..
Hidup kita, keseharian kita.

Mereka, kawan seperjuangan.. saya kangen sama semua tingkah konyol mereka, hal absurd yang mereka bikin. Ribut di kantin berasa kantin milik kita, teriak teriak dilapangan basket berasa di sekolah Cuma ada kita, ricuh di dalem kelas waktu guru ga masuk, ngegosip, ngerumpi’in cowo-cowo yang lewat depan kelas, kalian.. kangen ini milik kalian!


Saya masih simpan semua momen indah bareng mereka, momen masa kejayaan, momen putih abu-abu, berteman dengan orang yang sama dari SD sampe SMA, berkawan dengan kawan baru semasa SMA itu pun nambah warna baru di atas kanvas yang saya punya. saya ga bisa lupa semua momen yang pernah saya lewatin sama mereka, apa lagi momen SMA, mulai dari Masa-masa MOS, culunnya jadi anak baru, bersaing dapetin nilai bagus, jadi anak OSIS, berangkat sekolah bareng, ikut ekskul, punya gebetan, seru-seruan di koperasi sekolah, bantuin ibu kantin, berisik di ruang TU, belajar di musolah, maen volley di jam pelajaran PKN, bikin guru marah, gangguin guru produktif di lab, nongkrong di parkiran, ribut sama temen, dimarahin guru karena piket kelas selalu mepet sama waktu belajar, ngerjain PR di sekolah, deg-degan mau ulangan, ribut pas ujian, ngantuk pas guru nerangin, nulis catetan seabreg abreg, ribet nyari kelas kosong (karena sekolah SMA saya rolling class dulu).

Dan sekarang, seperti yang saya bilang sebelumnya.. kita udah ga sama-sama lagi, semua udah selesai, masa sekolah kita, masa bareng-bareng kita, masa kekonyolan kita, masa ga tau malu kita, hal absurd kita, mulut jail kita, masa remaja kita, masa dimana semua yang kita hadapin masih kita anggep seru-seruan, masa warna warni kita. Mereka, senyum itu, tawa lepas itu.. suasana itu, semua ga sama lagi, ga akan pernah sama lagi, berubah.. dan ga akan pernah bisa di ulang lagi.


Hidup saya sekarang jauh beda dengan hidup saya dulu sama mereka, ga ada lagi pulang sore buat ngerjain tugas, pulang sore karena kegiatan sekolah, bimbel, ekskul, kegiatan OSIS, ga ada lagi tugas yang harus saya kerjain bareng mereka, ga ada lagi ke warnet malem-malem, ga ada lagi numpang makan di rumah temen pas pulang sekolah, ga ada lagi ijin pas jam pelajaran buat ambil tugas yang ketinggalan di rumah, ga ada lagi telat masuk kelas karena ke asikan di kantin, ga ada lagi solat duhur berjama’ah di sekolah, ga ada lagi ngerasain dinginnya hujan bareng temen, ga ada lagi yang bisa saya ledek kalo saya pengen bercanda.. semua ga sama lagi, dan ga akan pernah sama lagi.

Mereka, lebih dari sekedar kawan, lebih dari sekedar keluarga, mereka.. keluarga terdekat saya. Kangen, tapi kalo ada kalimat yang artinya lebih dari “kangen” saya pasti bakal ungkapin buat mereka. Saya disini dengan hidup saya yang baru, dan mereka di sana dengan hidup mereka yang baru juga, lingkungan baru, teman-teman baru, krayon yang baru. Cuma bisa komunikasi lewat handphone atau sosial media, kadang saya malu buat ngubungin mereka duluan, saya takut ganggu. Saya bahagia melihat mereka bahagia, dulu kita sama-sama setiap hari bahkan minggu pun kita biasa ngumpul bareng, rasanya waktu 7 hari masih ga cukup buat kita ngewarnain kanvas hidup kita masing-masing dengan kebersamaan kita, tapi itu dulu.. sekarang? Saya Cuma bisa liat kehidupan mereka dari social media, dari update’an status mereka. Kadang saya cemburu ketika mereka update  status dan yang komentar adalah teman-teman baru mereka dengan bahasa-bahasa baru mereka, dengan kehidupan baru mereka yang saya ga ngerti, dan itu bikin saya Cuma bisa baca setiap tulisan mereka, saya ga berani komentar atau nyapa. Saya ga ngejudge mereka sombong dan saya bukannya ga mau berhubungan sama mereka, saya Cuma mau tau diri, se engganya tau keadaan mereka disana baik-baik aja pun itu lebih dari cukup buat saya.

Baru 4 bulan saya pisah sama mereka, baru 4 bulan saya ada di kehidupan baru dengan semua hal baru, tapi saya udah ngerasa jauh dari mereka, jauh banget dari kehidupan saya yang dulu. Saya kangen mereka, saya bukan putus kontak sama mereka tapi saya Cuma “ngebatesin” Cuma karena ga mau ganggu mereka, ga mau sama sekali. Saya bener-bener kangen mereka, kangen banget.
mereka selalu ada di dalam setiap doa saya, selalu ada di fikiran saya, ada di setiap hari-hari saya (di dalam hati), mereka keluarga terbaik saya, bagian dari cerita hidup saya.

-Dimana pun kalian, menjadi apapun kalian, seperti apapun kalian, saya tidak pernah mengaggap kalian menjadi orang lain, saya tidak pernah mengaggap kalian lupa jalan pulang, saya mendukung setiap langkah kalian selama itu baik untuk kalian, saya bahagia karena kalian walau dalam ketidaktahuan kalian. Doakan saya di setiap langkah kalian, doakan saya menjadi baik di setiap harinya, saya di sini mungkin dengan keadaan yang sudah tidak akan pernah sama lagi, tapi.. saya selalu punya rasa yang sama untuk kalian.. nyaman-.

Terimakasih banyak untuk semua cerita yang udah kalian coret di kanvas hidup saya. Terimakasih banyak, kita akan bertemu didalam sebuah ruang kesuksesan, dan setiap warna yang kalian coretkan sudah tersimpan rapih di dalam frame yang saya pajang di dalam jalan setapak saya menuju kesuksesan.
Jaga diri kalian disana, semoga kawan-kawan baru kalian dan kawan-kawan baru saya bisa membuat sebuah coretan warna indah di kanvas hidup kita yang baru.

Kalian adalah bagian dari folder bahagia kehidupan saya.
Untuk kalian.. semua kawan yang saya kenal dari dulu hingga saat ini, dan selamanya.  :)

*foto dan video yang pernah saya buat bareng kalian masih saya simpan, dan akan selalu saya simpan*.