Thursday, 31 March 2022

Rindu Bisa Tumbuh

Aku berbicara pada seorang anak tentang Rindu. Dengan polos dia berceloteh bahwa Rindu adalah sebungkus kue coklat yang ingin dia nikmati terus menerus

Aku juga berbincang dengan temanku apa arti Rindu. Katanya itu pasti tentang kenakalan kami semasa SMA

Lalu aku bertanya pada Ibu hal yang sama. Menurutnya Rindu adalah jika aku terlalu nyaman di tanah orang seakan lupa jalan pulang

Terakhir aku mencari tahu soal Rindu pada Kakekku. Namun yang kutemukan justru air mata yang hampir jatuh

Ternyata Rindu milik Kakek  adalah ingin segera pergi menuju Nenek untuk kembali tidur di pembaringan yang sama meski di dalam tanah

Kemudian aku sadar satu hal. Rindu seperti makhluk, dia bertumbuh. Bisa berupa bentuk, berpindah tempat, bahkan berubah waktu

Sesekali Ia menjelma masa lalu, tapi tak jarang dia berwujud masa depan yang belum menentu.

Tuesday, 29 March 2022

Perjalanan Surga

Aku pernah membaca sebait puisi
Isinya bercerita tentang perjalanan menuju Surga
Sang pujangga menulis bahwa jalanan itu amat hampa
Yang sering terdengar hanya suara hela napas yang lesu
Jauh dari tepuk tangan yang riuh
Baru ku tahu kemudian bahwa  perjalanan itu milik para Ibu

Sejak membaca puisi itu rasanya aku ingin menulis surat untuk seluruh Ibu di dunia
Ingin ku jabat tangan mereka dengan kata-kata
Biar sepi itu pecah dihantam tawa
Perjalanan itu akan ku buat meriah
Agar siapapun tak merasa perlu berlomba mencari tahu siapa yang paling hebat dari siapa

Ibu, hujan ada redanya
panas ada teduhnya 
badai ada tenangnya
dan perjalananmu pasti ada ujungnya
Maka benar-benar berbahagialah,
Sebab Surga bukan tempat orang yang senang berpura-pura 

Saturday, 26 March 2022

Kacau

Untukmu yang menyukai kerapihan, sudikah kau mendampingiku yang berantakan?

Sebait puisi yang diam-diam kutulis hampir lima tahun lalu saat ada seorang pemuda hendak meminangku menjadi pendamping hidupnya

Kini pemuda itu barangkali telah mafhum, bahwa puisiku bukan lagi kata-kata,mereka berubah bentuk menjadi isi lemari yang tidak bersusun rapih,lantai rumah yang jarang dipel,atau baju kerja yang sering lupa diambil dari laundry.

Kadang terbayang ingin membelah tengkorak kepalanya, mencari jawaban dari dalam otaknya,kenapa masih sudi memeluk saat aku marah,padahal aku yang salah?

Lain waktu terbesit ingin membedah dadanya, mencari jawaban dari dalam  hatinya,kenapa begitu luas sabarnya untuk pikirku yang sering sempit.

Terimakasih telah sudi menerima kacauku dengan tenangmu.
 

Tuesday, 8 March 2022

Setiap Kita

Setiap kita sesungguhnya munafik

hobby bilang iya padahal tak tertarik

demi dunia sebut manusia paling asyik

 

Setiap kita adalah aktor berpiala citra

rela selalu menjadi siapa saja

takut terlihat apa adanya

 

Setiap kita juga adalah penuntut

memaksa orang menjadi penurut

bersandiwara demi isi perut

 

Setiap kita pendosa

Aku termasuk di dalamnya

Lalu saling tuduh siapa dalang utamanya